Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
EUR/USD Naik Seiring Pelemahan Dolar AS Akibat Koreksi Teknis
Friday, 20 June 2025 10:58 WIB | EUR/USD |EUR/USD

EUR/USD melanjutkan kemenangan beruntunnya untuk hari ketiga berturut-turut, diperdagangkan di sekitar 1,1520 selama jam-jam Asia pada hari Jumat(20/6). Pasangan mata uang ini menguat karena Dolar AS (USD) melemah, mungkin didorong oleh kemunduran teknis. Dolar AS dapat pulih karena permintaan safe haven yang meningkat, didorong oleh meningkatnya kekhawatiran atas potensi keterlibatan AS dalam perang udara Israel-Iran.

Menurut pejabat senior intelijen AS yang dikutip oleh The New York Times, Iran belum memutuskan apakah akan membuat senjata nuklir, meskipun telah mengembangkan persediaan besar uranium yang diperkaya yang diperlukan untuk membuat bom.

Sementara itu, Ketua Komite Intelijen Senat AS mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump akan menawarkan Iran kesempatan terakhir untuk membuat kesepakatan guna mengakhiri program nuklirnya. Trump kemungkinan akan menunda keputusan akhirnya tentang peluncuran serangan hingga dua minggu.

Laporan Kebijakan Moneter Federal Reserve (Fed), yang dijadwalkan untuk dirilis pada hari Jumat, akan diserahkan ke Kongres. Para pedagang kemungkinan akan menilai laporan tersebut karena berisi diskusi tentang "pelaksanaan kebijakan moneter dan perkembangan ekonomi serta prospek masa depan."

Pasangan EUR/USD juga menguat karena Euro (EUR) mendapat dukungan dari nada agresif seputar prospek kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB). Presiden ECB Christine Lagarde mencatat bahwa penurunan suku bunga akan segera berakhir karena bank sentral sekarang "dalam posisi yang baik" untuk menghadapi ketidakpastian yang ada.(alg)

Sumber: FXstreet

RELATED NEWS
Dolar AS Tergelincir, Drama Greenland Bikin Panas AS Eropa...
Monday, 19 January 2026 15:17 WIB

Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi menggang...

EUR/USD tetap defensif karena Dolar AS menguat di tengah perdagangan yang tipis...
Wednesday, 31 December 2025 19:40 WIB

EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...

EUR/USD Ngegas Lagi?...
Wednesday, 17 December 2025 08:51 WIB

Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...

Euro Menguat ke Level Tertinggi Dua Minggu...
Monday, 1 December 2025 16:47 WIB

Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...

Euro Diam-Diam Menekan Dolar?...
Friday, 28 November 2025 07:25 WIB

EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS